Selasa, 28 September 2021

Waspada! Kitab Aswaja Disusupi Ajaran Salafi

Upaya kelompok Salafi menyusupkan ajarannya ke kitab-kitab Aswaja bukan barang baru, sudah lama sekali. Tapi kini mereka membidik kitab yang paling sering digunakan oleh pengikut Mazhab Syafi'i, kitab Ianah ath-Thalibin, hasyiah dari kitab Fathul Mu'in yang dijadikan jenjang ‘fikih menengah’, dan hampir semua pesantren mengkajinya.

Keunggulan lain dari kitab Ianah ath-Thalibin ini termasuk referensi yang paling banyak dijadikan rujukan dalam keputusan bahtsul masail. Sebab muallif atau pengarang kitab tersebut wafat tahun 1302 H dan menjadi guru dari para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama.

Sebelum secara khusus membahas apa yang disisipkan dalam kitab Ianah ath-Thalibin ada baiknya ditelusuri dulu model-model kalangan Salafi dalam upaya menyusupkan ajarannya: 

1. Hadits

Di bidang hadits ini sepertinya yang paling banyak. Dapat dijumpai catatan Syekh Albani yang mentakhrij kitab Bulughul Maram karya Al-Hafidz Ibnu Hajar, ketika hadits qunut subuh langsung dikomentari ‘hadits munkar’.   

Saat ngaji, saya beri penjelasan kepada jamaah bahwa Imam Ibnu Hajar itu Mazhab Syafi'i. Dan di kitab Raudhatul Muhadditsin, al-Hafidz Ibnu Hajar menilai hadits qunut subuh sebagai hadits hasan, bukan dhaif apalagi munkar. 

2. Akidah

Saya temukan langsung saat menelaah Fathul Bari, karya Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqallani, guna persiapan kuliah subuh yang secara khusus ngaji kitab Sahih Bukhari. Bahwa pemberi ta'liq adalah Syekh bin Baz, Ketua Mufti Arab Saudi. Catatan yang disisipkan bukan soal nama-nama rijalul hadits, tetapi ketika Al-Hafidz Ibnu Hajar menakwil hadits-hadits yang secara zahir menunjukkan Allah seolah memiliki sifat yang sama dengan manusia. Karena Ibnu Hajar beraqidah Asy'ariyah, maka di catatan kaki Syekh bin Baz menyalahkan takwil Al-Hafidz Ibnu Hajar dan diarahkan menjadi tajsim. 

3. Fikih

Demikian pula dalam ilmu fikih seperti karya-karya Imam Nawawi, di antaranya kitab Majmu', Al-Adzkar dan Riyadhus Shalihin, terkait baca Al-Qur'an di kuburan langsung divonis salah dalam catatan kaki yang mengatasnamakan tahqiq.

Langkah Kongkrit

Sebenarnya mudah melacak susupan mereka ke dalam kitab-kitab klasik, yakni seputar amalan yang kalangan Salafi kampanyekan sebagai syirik dan bid’ah. Itu saja. Baik yang terdapat dalam kitab akidah, hadits dan fiqih. Bentuk kongkritnya tidak lain dan tidak bukan adalah penguatan dalil-dalil amaliah Aswaja. 

Gambar di atas ada di kitab Ianah ath-Thalibin menganjurkan ziarah ke makam para ulama. Namun pentahqiq justru mengatakan perjalanan ziarah kubur adalah dilarang.

Sumber : nu online jatim


Label:

Tertunda sebanyak tiga kali dikarenakan adanya pandemi Covid 19, akhirnya Konfercab PC Pagar Nusa Bangkalan dilaksanakan

 


Bangkalan - Setelah sempat tertunda sebanyak tiga kali dikarenakan adanya pandemi Covid 19, akhirnya Konfercab PC Pagar Nusa Bangkalan dilaksanakan pada hari Minggu, 12 September 2021 di Pondok Pesantren Ibnu Sholeh Arosbaya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan dihadiri oleh perwakilan PAC seluruh Kabupaten Bangkalan, Konferensi memutuskan Sirojul Alam, Lc sebagai pengemban tugas sebagai ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Bangkalan periode 2021-2026 dengan 17 perolehan suara dari total 18 PAC se Kabupaten Bangkalan.

Ketua Pengurus Wilayah Pagar Nusa Jatim H. Abdul Mukid Menyampaikan bahwa selain terkenal akan kesaktiannya, namun ada beberapa hal yang tetap harus mendapat perhatian agar organisasi tetap bisa berjalan dengan baik.

“Pagar nusa Bangkalan terkenal akan kesaktian namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki, salah satu adalah manajemen organisasi dan kaderisasi.
Kaderisasi adalah kunci organisasi,” ucapnya seraya menegaskan bahwa pentingnya kaderisasi dalam sebuah organisasi agar organisasi tetap bisa tumbuh dan berkembang.

Ketua PCNU Bangkalan, KH Makki Nasir mengatakan bahwa Pagar Nusa sebagai organisasi badan otonom (Banom) NU untuk tetap selaras antara pemikiran, gerak serta nilainya dengan NU.

“Sebagai banom NU pagar nusa harus tetap berada dalam jalan NU, baik secara pemikiran maupun arah gerak. Nilai-nilai kesantrian harus ditanamkan kepada kader-kader pagar nusa. Kemudian terkait masalah Manajemen organisasi perlu diperbaiki tidak hanya proses kultural saja,” tuturnya berpesan saat memberikan sambutan.

Sedangkan Ketua Terpilih Sirojul Alam mengaku akan fokus pada beberapa hal termasuk manajemen organisasi.

“Arah gerak periode ini fokus pada pembinaan prestasi, mental dan spiritual, dan manajemen organisasi, ” ucapnya singkat dengan penuh percaya diri. (Ahda/ Hasin)

sumber :
https://nubangkalan.or.id/dipercaya-menjadi-ketua-pagar-nusa-bangkalan-sirojul-alam-fokus-pembinaan-dan-manajemen-organisasi/

Label:

Kiai nyentrik masa wilayah Madura, saat Gus Durakan dilengserkan dari kursi kepresidenan


 Bangkalan - KH. Agus Haffas Asmuni (foto paling kanan) adalah sosok pejuang Nahdlatul Ulama yang luar biasa di wilayah Madura, Jawa Timur.

Beliau merupakan Santri dan Pasukan Inti yang digembleng langsung 
oleh KH. Abdullah Maksum Jauhari (guru besar Pagar Nusa), dan bersertifikat  PP Pagar Nusa pada tahun 1995. Beliau saat ini yang masih diamanahi sebagai Dewan Khos Pimpinan Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Timur dan juga sebagai ketua Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Bangkalan. Beliau juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sholeh dan menjadi salah satu Kyai besar di Madura-Jawa Timur yang sangat peduli terhadap masyarakat, terutama anak yatim dan orang miskin.

Pernah suatu hari beliau menceritakan bahwa pernah menjadi koordinator penggerak massa wilayah Madura untuk berangkat ke Jakarta ketika KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan dilengserkan dari kursi kepresidenan.

Sosoknya yang santun, sederhana dan nyentrik menjadi panutan bagi masyarakat. Ketika ada kegiatan Pagar Nusa, beliau selalu mengajak keluarga bu Nyai dan anak istrinya. Membawa bekal makanan yang sangat banyak adalah ciri khasnya, yang kemudian dibagikan kepada pengurus dan anggota Pagar Nusa.

Label: